Jenis-Jenis Pompa dan Kategorinya
Dalam dunia teknik, jenis-jenis pompa tidak diklasifikasikan secara sembarangan, melainkan berdasarkan prinsip kerja, kegunaan, serta metode pemasangannya. Setiap klasifikasi memiliki karakteristik, kelebihan, dan batasan penggunaan masing-masing. Dengan memahami pengelompokan ini, pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan lapangan dengan spesifikasi pompa yang tersedia.
Pompa Dinamis
Pompa dinamis merupakan jenis pompa yang mengalirkan fluida secara kontinu dengan memanfaatkan energi kinetik. Energi tersebut dihasilkan dari putaran impeller yang kemudian diubah menjadi tekanan untuk mendorong fluida ke arah sistem perpipaan.
Oleh karena itu, jenis-jenis pompa dinamis banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan debit besar dengan tekanan rendah hingga menengah. Selain itu, jenis pompa ini relatif stabil saat beroperasi pada aliran fluida yang tidak terlalu kental.
1. Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal adalah jenis pompa dinamis yang paling umum digunakan di berbagai sektor. Prinsip kerjanya memanfaatkan gaya sentrifugal akibat putaran impeller untuk mendorong fluida keluar dari pusat pompa menuju sisi luar rumah pompa.
Oleh karena itu, pompa ini sangat cocok digunakan untuk air bersih, air kotor ringan, serta aplikasi gedung dan industri umum. Selain konstruksinya sederhana, perawatan pompa sentrifugal juga relatif mudah.
Baca juga: Komponen pada Pompa Sentrifugal
2. Pompa Aksial

Pompa aksial bekerja dengan mengalirkan fluida sejajar dengan poros pompa. Dengan karakteristik tersebut, pompa ini mampu menghasilkan debit yang sangat besar meskipun tekanannya relatif rendah.
Oleh karena itu, pompa aksial banyak digunakan pada sistem irigasi, pengendalian banjir, dan drainase. Namun demikian, pompa ini tidak cocok digunakan pada sistem yang membutuhkan tekanan tinggi.
3. Pompa Mixed Flow

Pompa mixed flow merupakan gabungan dari prinsip kerja pompa sentrifugal dan pompa aksial. Aliran fluida bergerak secara radial dan aksial secara bersamaan sehingga menghasilkan debit cukup besar dengan tekanan sedang.
Oleh karena itu, pompa ini banyak digunakan pada sistem pengairan skala besar dan instalasi utilitas air. Penggunaan pompa mixed flow menjadi solusi ketika pompa sentrifugal atau aksial tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan sistem.
Pompa Perpindahan Positif (Positive Displacement)
Pompa perpindahan positif bekerja dengan cara memindahkan volume fluida tertentu pada setiap siklus kerja. Dengan mekanisme ini, debit yang dihasilkan relatif konstan dan tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan sistem. Oleh karena itu, pompa jenis ini cocok digunakan untuk fluida kental, tekanan tinggi, atau aplikasi yang membutuhkan aliran presisi.
| Pompa Piston/Plunger | Pompa piston atau plunger bekerja dengan gerakan bolak-balik untuk memindahkan fluida dari satu ruang ke ruang lainnya. Setiap langkah menghasilkan volume fluida yang tetap sehingga pompa ini mampu menghasilkan tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pompa piston sering digunakan pada sistem industri dengan kebutuhan tekanan ekstrem. Namun demikian, konstruksinya lebih kompleks sehingga memerlukan perawatan yang lebih intensif. |
| Pompa Diafragma | Pompa diafragma menggunakan membran fleksibel untuk memindahkan fluida tanpa kontak langsung dengan komponen mekanis. Dengan desain tersebut, pompa ini aman digunakan untuk bahan kimia, lumpur, dan cairan korosif. Oleh karena itu, pompa diafragma banyak diaplikasikan pada industri kimia dan pengolahan limbah. Selain itu, risiko kebocoran dapat diminimalkan karena fluida terisolasi dengan baik. |
| Pompa Gear | Pompa gear bekerja dengan sepasang roda gigi yang berputar untuk memindahkan fluida dari sisi hisap ke sisi tekan. Pompa ini sangat cocok digunakan untuk fluida dengan viskositas tinggi seperti oli dan solar. Oleh karena itu, aliran yang dihasilkan relatif stabil dan konsisten. Pompa gear banyak digunakan pada sistem pelumasan dan industri energi. |
| Pompa Screw | Pompa screw menggunakan satu atau beberapa ulir untuk mendorong fluida sepanjang rumah pompa. Dengan mekanisme ini, aliran yang dihasilkan menjadi lebih halus dan minim pulsasi. Oleh karena itu, pompa screw ideal digunakan untuk fluida kental dan aplikasi industri berkelanjutan. Penggunaannya umum ditemukan pada industri berat dan sektor offshore. |
Baca juga: Kerusakan pada Komponen Pompa
Jenis Pompa Berdasarkan Kegunaan
Selain berdasarkan prinsip kerja, jenis-jenis pompa juga diklasifikasikan berdasarkan kegunaannya di lapangan. Pengelompokan ini memudahkan pengguna dalam menentukan pompa sesuai aplikasi yang dibutuhkan. Setiap kategori kegunaan memiliki karakteristik desain yang berbeda.
1. Pompa Air

Pompa air digunakan untuk memindahkan air bersih dari sumber ke titik distribusi. Pompa sumur dangkal digunakan pada kedalaman air yang terbatas, sedangkan pompa sumur dalam atau submersible digunakan untuk sumber air yang lebih dalam. Selain itu, pompa jet pump membantu meningkatkan daya hisap pada kondisi tertentu. Dengan pemilihan yang tepat, distribusi air dapat berjalan lebih optimal.
Baca juga: Cara Kerja Pompa
2. Pompa Industri

Pompa industri dirancang untuk menangani fluida proses dengan karakteristik khusus. Pompa kimia digunakan untuk cairan agresif dan korosif, sedangkan pompa slurry mampu memindahkan fluida bercampur partikel padat. Selain itu, pompa boiler feed digunakan untuk memasok air bertekanan ke sistem boiler. Oleh karena itu, pompa industri harus disesuaikan dengan kondisi operasional yang berat.
3. Pompa Limbah

Pompa limbah digunakan untuk memindahkan air kotor dan limbah cair dari suatu sistem. Pompa celup dirancang bekerja dalam kondisi terendam sehingga lebih efisien. Sementara itu, pompa sewage digunakan untuk limbah domestik dan industri. Pompa trash mampu menangani limbah dengan partikel padat berukuran besar.
4. Pompa Pertanian

Pompa pertanian digunakan untuk mendukung kegiatan irigasi dan distribusi air di area pertanian. Pompa irigasi digunakan untuk mengalirkan air ke lahan secara merata. Selain itu, pompa diesel umum dipakai di area tanpa pasokan listrik. Pompa axial flow sering digunakan untuk kebutuhan debit besar pada sektor pertanian.
Jenis Pompa Berdasarkan Pemasangan
Metode pemasangan pompa memengaruhi kinerja dan efisiensi sistem pemompaan. Setiap jenis pemasangan dirancang untuk kondisi lapangan tertentu. Oleh karena itu, pemilihan metode yang sesuai akan mengurangi risiko gangguan operasional. Faktor kedalaman, ruang, dan akses perawatan perlu dipertimbangkan sejak awal.
1. Pompa Permukaan (Surface Pump)

Pompa permukaan dipasang di atas permukaan tanah dan menghisap fluida melalui pipa hisap. Karena posisinya mudah dijangkau, pompa ini lebih mudah dalam hal perawatan. Namun demikian, kemampuan hisapnya terbatas oleh kondisi fisik. Pompa permukaan umum digunakan pada sistem air bersih rumah tangga.
2. Pompa Celup (Submersible Pump)

Pompa celup dirancang untuk bekerja dalam kondisi terendam. Motor dan pompa berada dalam satu unit tertutup sehingga risiko kehilangan daya hisap dapat diminimalkan. Oleh karena itu, pompa ini banyak digunakan untuk sumur dalam dan sistem limbah. Pengoperasiannya relatif stabil pada kedalaman tertentu.
3. Pompa Inline

Pompa inline dipasang sejajar dengan jalur pipa sehingga tidak memerlukan ruang tambahan yang besar. Dengan desain ini, instalasi menjadi lebih ringkas dan efisien. Pompa inline sering digunakan pada sistem sirkulasi dan gedung bertingkat. Aliran fluida dapat dijaga tetap stabil.
Baca juga: Jenis Coupling yang Dipakai pada Pompa
Pompa Khusus
Pompa khusus dirancang untuk kebutuhan tertentu yang tidak dapat dipenuhi oleh pompa umum. Aplikasi pompa ini bersifat spesifik dan memerlukan karakteristik kerja tertentu. Oleh karena itu, pemilihan jenis-jenis pompa khusus harus disesuaikan dengan fungsi sistem. Kesalahan pemilihan dapat berdampak pada keselamatan dan kinerja instalasi.
- Pompa jenis booster digunakan untuk meningkatkan tekanan dalam sistem distribusi air. Pompa ini sering diaplikasikan pada gedung bertingkat dan sistem air bersih. Dengan tekanan yang stabil, kenyamanan penggunaan dapat meningkat.
- Pompa vakum berfungsi untuk menciptakan tekanan negatif dalam suatu sistem. Aplikasinya banyak digunakan pada industri proses dan laboratorium. Pompa ini tidak digunakan untuk memindahkan cairan secara langsung. Fungsinya lebih pada pengondisian tekanan.
- Pompa dosing digunakan untuk menginjeksikan cairan dalam jumlah yang presisi. Pompa ini banyak digunakan pada pengolahan air dan industri kimia. Oleh karena itu, tingkat akurasi menjadi faktor utama dalam pemilihannya. Sistem dosing membantu menjaga kualitas proses.
- Pompa fire fighting digunakan dalam sistem pemadam kebakaran. Pompa ini dirancang untuk bekerja pada kondisi darurat dan tekanan tinggi. Oleh karena itu, keandalannya menjadi faktor utama keselamatan. Pompa fire fighting wajib memenuhi standar yang berlaku.
CV Cahaya Global Teknik
CV Cahaya Global Teknik menyediakan pompa sentrifugal untuk berbagai aplikasi air dan industri dengan spesifikasi terbaik. Apabila Anda membutuhkan informasi teknis lebih lanjut atau ingin berkonsultasi sebelum menentukan pompa yang digunakan, tim kami siap membantu!
