Jual Electro Motor 1 Phase

Jual Electro Motor 1 Phase

Jual Electro Motor 1 Phase – Motor dalam dunia kelistrikan adalah mesin yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi merupakan motor yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Motor induksi adalah mesin asinkron (motor asinkron).

Karena mesin ini berjalan pada kecepatan yang lebih rendah daripada motor sinkron. Kecepatan sinkron adalah kecepatan rotasi medan magnet mesin. Kecepatan sinkron ini dipengaruhi oleh frekuensi perangkat dan jumlah elektroda di perangkat.

Motor induksi selalu berputar dengan kecepatan sinkron karena medan magnet yang dihasilkan oleh stator menciptakan fluks magnet pada rotor yang memungkinkan rotor berputar.

Namun fluks magnet yang dihasilkan rotor tertinggal dari fluks magnet yang dihasilkan stator sehingga kecepatan rotor tidak setinggi medan magnet putar.

Motor induksi dibagi menjadi dua jenis yaitu motor induksi satu fasa dan motor induksi tiga fasa tergantung dari sumber input yang digunakan.

Artikel ini hanya membahas motor induksi satu fasa tetapi untuk prinsip kerjanya kedua jenis motor induksi tersebut memiliki prinsip kerja yang sama.

Yang membedakan kedua motor induksi ini adalah bahwa motor induksi satu fasa tidak dapat berputar tanpa gaya luar sedangkan motor induksi tiga fasa dapat berputar sendiri-sendiri tanpa gaya luar.

Jual Electro Motor 1 Phase – Konstruksi Motor Induksi Satu Fasa

Motor induksi satu fasa memiliki dua bagian penting yaitu rotor dan stator.

Rotor adalah bagian motor yang berputar dan stator adalah bagian motor yang diam. Rotor umumnya berbentuk silinder dan stator bergigi berbentuk silinder dan mengelilingi seluruh badan rotor.

Kutub utara dan selatan stator harus sama dimana kutub magnet harus dilengkapi kutub yang dipasang di sekeliling rotor untuk menyuplai medan magnet dan dipasang pada belitan stator untuk menyuplai medan magnet.

Jual Electro Motor 1 Phase – Belitan stator dilengkapi dengan belitan stator yang tujuannya untuk membantu rotor berputar dan dilengkapi dengan band berupa belitan. Selain itu stator dilapisi dengan laminasi berbasis silikon dan logam yang dimaksudkan untuk menurunkan tegangan poros stator dan mengurangi efek rugi akibat arus eddy yang dihasilkan di stator.

Rotor umumnya terbuat dari aluminium dan bergigi untuk membuat lubang yang diisi dengan bentuk gulungan konduktor. Selain itu rotor dilapisi dengan laminasi yang meningkatkan efisiensi penggunaan rotor.

Prinsip Kerja Motor Induksi 1 Fasa

Misalkan kita memiliki motor induksi satu fasa yang ditenagai oleh sumber AC satu fasa. Ketika daya AC diterapkan ke belitan stator arus motor dapat mengalir di belitan stator.

Fluks magnet yang dihasilkan oleh catu daya AC pada belitan stator disebut fluks magnet primer. Karena adanya fluks primer ini stator dapat kembali menghasilkan fluks medan dengan asumsi rotor motor sedikit berputar.

Saat rotor berputar konduktor di rotor dapat dikatakan bergerak melintasi belitan stator. Ketika konduktor di rotor bergerak relatif terhadap fluks magnet di belitan stator gaya gerak listrik (EMF) muncul di konduktor rotor menurut hukum Faraday.

Asumsikan lagi bahwa motor terhubung ke beban yang akan digerakkan. Karena motor terhubung ke beban arus dapat mengalir di kumparan rotor karena tegangan ggl di rotor dan rotor terhubung ke beban.

Arus yang mengalir pada rotor disebut arus rotor. Arus rotor ini menyebabkan arus mengalir yang disebut arus rotor.

Interaksi dua aliran itulah yang membuat rotor di motor berputar dengan sendirinya. Pada kondisi awal diasumsikan bahwa daya eksternal disuplai untuk menggerakkan kontrol rotor.

Karena jika tidak rotor akan terjebak dalam fluks belitan stator dan tidak ada tegangan ggl yang mengalir. Menurut hukum Faraday arus muncul di rotor karena hukum Faraday di gulungan stator.

Setiap arus menciptakan fluks yang menimpa rotor. Pengaruh fluks terhadap kecepatan putar rotor dibahas pada artikel ini. Arus stator menciptakan arus utama dan arus rotor menciptakan daya di rotor.

Masing-masing arus ini mempengaruhi arah putaran rotor kecuali dua arah yang berlawanan. Menurut hukum Lorenz jika kita memiliki kawat pembawa arus dan medan magnet mengalir di sekitar kawat akan ada gaya pada kawat tersebut.

Karena besarnya arus pada stator dan rotor relatif sama maka daya yang dihasilkan juga sama. Tetapi karena arah gayanya berbeda maka rotor tidak berputar karena adanya dua gaya yang saling mengimbangi.

Ini juga membutuhkan motor induksi untuk berputar sedikit sehingga satu gaya yang diciptakan oleh fluks lebih besar dari yang lain untuk memutar rotor.

Jenis-Jenis Motor Induksi Satu Fasa

Motor induksi satu fasa ini ada 4 jenis berdasarkan cara motor memulai dirinya sendiri Motor induksi fasa terpisah Motor jenis ini menggunakan kapasitor di salah satu belitan statornya dimana ukuran kapasitansi kapasitor sekecil mungkin.

Motor Induksi Split-Phase

Misalkan kita mempunyai sumber arus dua fasa dan sumber ini dihubungkan dengan motor jenis ini maka arus yang mengalir pada salah satu belitan akan bertambah dan mengalami pergeseran fasa. Akibat dari kedua hal tersebut mesin akan dapat berputar karena adanya perbedaan aliran pada setiap belokan.

Torsi keluaran biasanya dapat mencapai kecepatan engine maksimum. Motor jenis ini sering digunakan dengan beban 200 watt dan posisi kapasitor pada rangkaian ini sangat efektif karena dapat mengubah tingkat fluks yang dihasilkan dan arah putaran rotor.

Motor Induksi Capasitor-Start

Motor jenis ini kurang lebih mirip dengan motor induksi tipe split. Perbedaannya adalah kontak dipasang antara belitan stator dan kapasitor.

Posisi kontak menutup saat motor mulai berputar dan terbuka saat motor mulai mencapai kecepatan yang diinginkan. Belitan seri dengan kapasitor biasanya dibuat besar untuk mencegah belitan terlalu panas. Jenis motor ini digunakan pada elektronik konsumen berdaya tinggi seperti AC.

Motor Induksi Capacitor-Run

Perbedaan motor jenis ini dengan motor sebelumnya adalah kapasitornya besar sejajar dengan saklar dan kapasitor lainnya.

Umumnya motor induksi jenis ini beroperasi pada torsi yang lebih tinggi dari motor sebelumnya karena arus yang mengalir melalui motor sangat kecil.

Motor Induksi Shaded Pole

Motor disebut kutub terlindung karena 1/3 dari kutub stator ditutupi dengan tembaga yang meningkatkan perbedaan sudut fluks.

Karena perbedaan ini rotor motor dapat berputar dengan mudah. Motor jenis ini memiliki dua belitan yang terhubung langsung secara paralel tanpa komponen lain tetapi satu belitan memiliki kumparan yang mengatur kecepatan motor.

Motor jenis ini memiliki torsi awal yang sangat rendah sehingga sering digunakan pada perangkat elektronik yang ada di sekitar kita seperti kipas angin.

Mengapa Motor Induksi 1 Fasa Tidak Bisa Di–Start Sendiri?

Seperti disebutkan di atas motor induksi 1 fasa tidak dapat start sendiri karena arus pada stator dan rotor menghasilkan fluks magnet yang besarnya sama tetapi berlawanan arah sehingga total fluks yang dialami rotor adalah nol.

Untuk mengatasi masalah ini motor dapat dipasang sesuai dengan salah satu dari 4 rangkaian yang dijelaskan.

Similar Posts

Leave a Reply