Standar Vibrasi Motor Listrik – Acuan & Cara Ukur

Standar Vibrasi Motor Listrik

Selama beroperasi, motor listrik akan menghasilkan getaran sebagai akibat dari gerakan mekanis dan gaya dinamis yang terjadi di dalamnya. Getaran ini masih dianggap normal selama berada dalam batas tertentu. Oleh karena itu, standar vibrasi motor listrik menjadi acuan penting untuk menilai kondisi kerja motor secara objektif.

Apa Itu Standar Vibrasi Motor Listrik?

Standar vibrasi motor listrik adalah nilai ambang batas getaran yang digunakan untuk menilai tingkat kelayakan operasi motor listrik. Nilai ini ditetapkan berdasarkan karakteristik mesin berputar dan pengalaman operasional di berbagai sektor. Dengan adanya standar tersebut, kondisi motor dapat dievaluasi secara konsisten dan terukur.

Vibrasi sendiri merupakan respons mekanis akibat gaya tidak seimbang yang timbul saat motor beroperasi. Ketika vibrasi melebihi standar yang ditetapkan, kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi gangguan pada komponen motor. Oleh sebab itu, standar vibrasi motor listrik berfungsi sebagai indikator awal terhadap kemungkinan kerusakan.

Penerapan standar vibrasi sangat penting dalam sistem perawatan modern karena memungkinkan deteksi masalah sebelum terjadi kegagalan total. Hal ini menjadikan vibrasi sebagai parameter utama dalam evaluasi kondisi motor listrik di lapangan.

Faktor Penyebab Vibrasi pada Motor Listrik

  1. Ketidakseimbangan mekanis maupun gangguan pada sistem pendukungnya. Salah satu penyebab utama adalah unbalance pada rotor, yang dapat muncul akibat distribusi massa yang tidak merata. Kondisi ini akan menghasilkan gaya sentrifugal berlebih saat motor berputar.
  2. Kesalahan penyelarasan poros atau misalignment juga sering menimbulkan vibrasi signifikan. Misalignment dapat terjadi karena pemasangan yang kurang presisi atau perubahan posisi akibat beban dan suhu kerja. Jika tidak ditangani, kondisi ini akan mempercepat keausan komponen motor.
  3. Kondisi bearing, kekakuan pondasi, serta gangguan kelistrikan seperti ketidakseimbangan tegangan.

Standar Vibrasi Motor Listrik Umum

Dalam praktiknya, terdapat beberapa standar yang digunakan sebagai acuan penilaian vibrasi motor listrik. Setiap standar memiliki ruang lingkup dan tujuan penggunaan yang berbeda. Pemilihan standar yang tepat sangat bergantung pada kondisi dan tahap penggunaan motor.

1. Standar ISO 10816 / ISO 20816

Standar Vibrasi Motor Listrik

ISO 10816 dan pembaruannya ISO 20816 merupakan standar internasional yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi vibrasi mesin berputar. Standar ini menilai tingkat keparahan vibrasi berdasarkan parameter kecepatan getaran atau velocity. Satuan yang digunakan adalah mm/s RMS karena dianggap paling representatif terhadap kondisi mekanis mesin.

ISO 20816 mengklasifikasikan kondisi motor ke dalam beberapa zona, mulai dari kondisi baik hingga berbahaya. Standar ini sangat cocok digunakan untuk motor listrik yang sudah beroperasi dan menjadi acuan utama dalam kegiatan maintenance industri.

2. Standar IEC 60034-14

Standar Vibrasi Motor Listrik

IEC 60034-14 berfokus pada batas vibrasi motor listrik baru yang diuji di pabrik. Standar ini digunakan untuk memastikan kualitas produk sebelum motor digunakan di lapangan. Biasanya, klasifikasi standar yang paling umum digunakan di Indonesia adalah aplikasi dengan toleransi getaran rendah atau low vibration.

3. NEMA MG-1

NEMA MG-1 banyak digunakan di Amerika dan mengatur berbagai aspek teknis motor listrik, termasuk batas vibrasi. Namun dalam praktik di Indonesia, standar ISO lebih sering dijadikan acuan karena lebih aplikatif untuk evaluasi kondisi motor selama masa operasional. 

Baca juga: Tersedia Motor Listrik 3 Fasa Siemens

Batas Standar Vibrasi Motor Listrik Berdasarkan ISO

Batas standar vibrasi motor listrik menurut ISO dinyatakan dalam satuan mm/s RMS dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan getaran. Nilai batas vibrasi ini mengacu pada standar internal/operasional yang digunakan untuk motor listrik presisi dan aplikasi dengan toleransi getaran rendah. 

Tingkat Vibrasi (mm/s RMS)Kategori Kondisi MotorKeterangan
0,5 – 0,15BaikMotor bekerja normal dan aman
0,15 – 0,25Masih dapat diterimaPerlu pemantauan berkala
0,25 – 0,50Tidak baikDisarankan inspeksi dan analisis
> 0,50BerbahayaPerlu tindakan segera

Nilai vibrasi di atas batas yang ditetapkan menunjukkan bahwa motor mengalami kondisi tidak normal. Semakin tinggi nilai vibrasi, semakin besar risiko kerusakan komponen motor. Oleh karena itu, tabel ini menjadi referensi utama dalam evaluasi standar vibrasi motor listrik di lapangan.

Baca juga: Cara Membaca Name Plate pada Motor 3 Phase

Cara Mengukur dan Menghitung Vibrasi Motor Listrik

Pengukuran vibrasi motor listrik dilakukan menggunakan vibration meter pada mode velocity (mm/s RMS) sesuai standar evaluasi yang digunakan. Sensor ditempatkan pada area bearing motor saat motor beroperasi dalam kondisi normal. Nilai yang dipakai sebagai acuan adalah nilai RMS karena menunjukkan tingkat getaran efektif motor listrik secara keseluruhan.

Jika alat ukur tidak menampilkan nilai RMS secara otomatis, perhitungan dilakukan dengan metode root mean square (RMS). Rumus yang digunakan adalah √((v₁² + v₂² + … + vₙ²) / n). Sebagai contoh, apabila diperoleh data getaran 0,18 mm/s, 0,22 mm/s, dan 0,20 mm/s, maka nilai RMS adalah √((0,18² + 0,22² + 0,20²) / 3) yang menghasilkan sekitar 0,20 mm/s.

Nilai RMS tersebut kemudian dibandingkan dengan standar vibrasi motor listrik yang digunakan. Hasil antara 0,15 – 0,25 mm/s RMS masih dapat diterima dan perlu pemantauan berkala, sedangkan nilai 0,25 – 0,50 mm/s RMS menunjukkan kondisi tidak baik dan disarankan dilakukan inspeksi. Apabila nilai vibrasi melebihi 0,50 mm/s RMS, motor dikategorikan berbahaya dan memerlukan tindakan segera.

Baca juga: Cara Menghitung RPM Pulley

Dampak Vibrasi Motor Listrik Melebihi Standar

Vibrasi motor listrik yang melebihi standar dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada sistem penggerak. Dampak paling umum adalah kerusakan bearing yang terjadi lebih cepat dari umur rancangannya. Kondisi ini akan meningkatkan biaya perawatan dan risiko downtime mesin.

Selain itu, vibrasi berlebih dapat menurunkan efisiensi kerja motor listrik karena energi terbuang dalam bentuk getaran. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu kerusakan pada poros, kopling, hingga struktur pendukung motor. Risiko kegagalan mendadak juga akan meningkat jika kondisi ini tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, pemantauan vibrasi secara rutin menjadi langkah penting dalam menjaga keandalan motor listrik. Kepatuhan terhadap standar vibrasi motor membantu mencegah kerusakan besar yang berdampak pada operasional industri.

Baca juga: Motor 3 Phase Menggunakan Star Delta, Apa Fungsinya?

Motor Listrik Berkualitas dari CV Cahaya Global Teknik

CV Cahaya Global Teknik menyediakan berbagai merek motor listrik yang terkenal dan sudah diakui kualitasnya. Tersedia pilihan 1 phase dan 3 phase, sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Motor listrik yang tersedia di CV Cahaya Global Teknik dapat dikirimkan ke seluruh wilayah Indonesia dengan 3 pilihan jalur pengiriman, yaitu darat, laut, dan udara. Produk motor listrik yang kami kirimkan pun terjamin keasliannya

Terdapat layanan konsultasi teknis gratis apabila Anda ingin menanyakan spesifikasi, harga, maupun produk lainnya. Bagi industri yang ingin memastikan motor listrik beroperasi dalam batas aman, layanan konsultasi ini dapat Anda manfaatkan untuk bertanya sedetail mungkin sebelum membeli produk.

Similar Posts

Leave a Reply