Terminal Motor 3 Phase – Fungsi, Jenis, dan Cara Identifikasinya
Pada praktiknya, masih banyak pengguna motor listrik yang hanya fokus pada daya dan putaran motor, tetapi mengabaikan konfigurasi terminalnya. Padahal, terminal motor 3 phase sangat menentukan cara motor menerima suplai listrik. Kesalahan kecil pada bagian ini dapat menyebabkan motor tidak berfungsi optimal atau bahkan rusak.
Apa Itu Terminal Motor 3 Phase?
Terminal motor 3 phase adalah kumpulan titik sambung listrik yang berada di dalam terminal box motor listrik tiga fasa. Umumnya, terminal motor ditandai dengan kode tertentu untuk memudahkan identifikasi sambungan. Penandaan ini mengikuti standar kelistrikan yang umum digunakan di industri.
Keberadaan terminal motor memudahkan teknisi dalam melakukan instalasi dan penyesuaian sambungan. Melalui terminal ini, motor dapat diatur untuk bekerja dengan konfigurasi tertentu sesuai kebutuhan beban. Tanpa terminal, proses instalasi akan jauh lebih rumit dan tidak fleksibel.
Fungsi Terminal pada Motor 3 Phase
Fungsi ini berkaitan langsung dengan cara kerja motor dan kemudahan perawatannya. Berikut penjelasannya!
1. Penghubung Antara Sumber Listrik dan Lilitan Motor

Fungsi utama terminal motor 3 phase adalah sebagai penghubung antara sumber listrik tiga fasa dengan lilitan motor. Arus listrik dari panel akan masuk melalui terminal sebelum diteruskan ke kumparan motor. Oleh karena itu, kondisi terminal harus selalu baik dan bersih agar aliran listrik stabil. Terminal yang kendor atau berkarat dapat menyebabkan gangguan operasional.
Melalui terminal inilah motor menerima suplai tegangan sesuai spesifikasinya. Apabila sambungan tidak tepat, motor bisa berputar tidak normal atau bahkan tidak berputar sama sekali. Oleh karena itu, pemasangan kabel pada terminal motor tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap kabel harus terpasang pada titik yang sesuai.
2. Media Pengaturan Sambungan Star (Y) dan Delta (Δ)

Terminal motor juga berfungsi sebagai media pengaturan konfigurasi sambungan star dan delta. Pengaturan ini dilakukan dengan menggunakan jumper yang dipasang di antara terminal tertentu. Dengan konfigurasi yang berbeda, karakteristik kerja motor juga akan berubah. Hal ini sangat berguna untuk menyesuaikan motor dengan kebutuhan beban.
Melalui terminal, teknisi dapat mengatur apakah motor akan bekerja pada arus awal yang lebih kecil atau torsi yang lebih besar. Pengaturan ini sering digunakan pada motor industri yang membutuhkan fleksibilitas operasional. Oleh karena itu, terminal motor 3 phase menjadi elemen penting dalam pengendalian motor listrik.
3. Mempermudah Pemeriksaan, Perawatan, dan Perbaikan Motor

Selain untuk instalasi, terminal motor juga mempermudah proses pemeriksaan dan perawatan. Teknisi dapat dengan mudah mengecek kondisi sambungan tanpa harus membongkar motor secara keseluruhan. Hal ini tentu menghemat waktu dan tenaga saat melakukan maintenance rutin. Terminal yang tertata rapi juga memudahkan proses troubleshooting.
Ketika terjadi gangguan, teknisi dapat langsung mengukur tegangan atau arus pada terminal. Dari hasil pengukuran tersebut, sumber masalah bisa lebih cepat diketahui. Oleh karena itu, terminal motor berperan besar dalam efisiensi perawatan motor listrik.
Baca juga: Perbedaan Cara Kerja Motor AC dan DC
Jenis Terminal Motor 3 Phase Berdasarkan Konfigurasinya
Terminal motor memiliki beberapa jenis berdasarkan jumlah kabel atau titik sambung yang tersedia. Berikut penjelasannya!
1. Motor 3 Phase dengan Terminal 3 Kabel

Motor 3 phase dengan terminal 3 kabel biasanya digunakan untuk aplikasi sederhana. Pada jenis ini, konfigurasi sambungan sudah ditentukan dari pabrik dan tidak dapat diubah. Terminal hanya berfungsi sebagai titik masuk suplai listrik dari panel. Oleh karena itu, motor jenis ini relatif mudah dipasang.
Namun, keterbatasan terminal 3 kabel membuat pengaturan sambungan menjadi tidak fleksibel. Motor hanya bisa bekerja pada satu konfigurasi tertentu. Oleh karena itu, jenis ini jarang digunakan pada aplikasi industri yang membutuhkan pengaturan beban bervariasi.
2. Motor 3 Phase dengan Terminal 6 Kabel

Jenis terminal motor yang paling umum adalah terminal 6 kabel. Pada tipe ini, setiap ujung lilitan motor dikeluarkan ke terminal box. Hal ini memungkinkan pengaturan sambungan star dan delta secara manual. Oleh karena itu, motor dengan terminal 6 kabel sangat fleksibel.
Dengan terminal 6 kabel, teknisi dapat menyesuaikan sambungan motor sesuai kebutuhan operasional. Pengaturan dilakukan dengan memasang jumper pada terminal tertentu. Oleh karena itu, jenis ini banyak digunakan pada motor industri dan komersial.
3. Motor 3 Phase dengan Terminal 9 Kabel

Terminal motor dengan 9 kabel biasanya ditemukan pada motor industri khusus. Motor jenis ini menawarkan fleksibilitas pengaturan yang lebih luas. Selain star dan delta, konfigurasi lain juga dapat diterapkan sesuai kebutuhan sistem. Oleh karena itu, penggunaannya lebih spesifik.
Namun, pemasangan motor dengan terminal 9 kabel memerlukan pemahaman teknis yang lebih mendalam. Kesalahan identifikasi terminal dapat menyebabkan motor bekerja tidak sesuai spesifikasi. Oleh karena itu, jenis ini biasanya ditangani oleh teknisi berpengalaman.
Baca juga: Cara Ukur Vibrasi Motor Listrik
Cara Mengidentifikasi Terminal Motor 3 Phase
Terminal motor 3 phase umumnya diberi kode U, V, dan W untuk menandai masing-masing fasa. Pada motor dengan enam terminal, biasanya terdapat pasangan U1-U2, V1-V2, dan W1-W2. Penandaan ini menunjukkan ujung awal dan akhir dari setiap lilitan. Oleh karena itu, memahami kode ini sangat penting.
Kode terminal memudahkan teknisi dalam menentukan sambungan star atau delta. Dengan melihat penandaan, posisi jumper dapat dipasang dengan benar. Oleh karena itu, sebelum melakukan penyambungan, pastikan kode terminal terbaca jelas dan tidak tertutup kotoran.
Jumper merupakan pelat logam yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih terminal. Pada terminal motor, jumper berfungsi untuk membentuk konfigurasi sambungan tertentu. Tanpa jumper, motor tidak akan mendapatkan sambungan yang sesuai. Oleh karena itu, pemasangan jumper harus dilakukan dengan tepat.
Posisi jumper menentukan apakah motor bekerja dalam sambungan star atau delta. Kesalahan pemasangan jumper dapat menyebabkan arus berlebih atau torsi yang tidak sesuai. Oleh karena itu, teknisi harus memahami fungsi jumper sebelum melakukan instalasi.
Baca juga: Cara Membaca Name Plate Motor 3 Fasa
Hubungan Terminal Motor 3 Phase dengan Sambungan Star dan Delta
Pada sambungan star, ujung-ujung lilitan motor disatukan pada satu titik. Hal ini dilakukan dengan memasang jumper pada terminal tertentu. Sambungan star biasanya digunakan untuk mengurangi arus awal saat motor dinyalakan. Oleh karena itu, konfigurasi ini sering digunakan pada motor berdaya besar.
Terminal motor memudahkan pembentukan sambungan star tanpa perlu membuka motor. Dengan hanya mengatur jumper, motor dapat langsung dioperasikan. Hal ini tentu sangat praktis di lingkungan industri.
Pada sambungan delta, setiap ujung lilitan dihubungkan membentuk rangkaian tertutup. Konfigurasi ini memberikan torsi yang lebih besar dibanding sambungan star. Oleh karena itu, sambungan delta sering digunakan saat motor sudah mencapai kecepatan normal.
Pengaturan sambungan delta dilakukan melalui terminal motor dengan posisi jumper yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman posisi terminal sangat menentukan keberhasilan sambungan ini.
Baca juga: Fungsi Rangkaian Star Delta
CV Cahaya Global Teknik
CV Cahaya Global Teknik adalah distributor peralatan teknik yang menyediakan berbagai produk dari merek-merek ternama. Semua produk kami dapat dikirimkan ke seluruh Indonesia dengan aman. Apabila dibutuhkan pendampingan teknis atau konsultasi terkait sistem kelistrikan motor 3 phase, CV Cahaya Global Teknik siap membantu!
