Fungsi Transmisi yang Perlu Kamu Ketahui

Fungsi transmisi โ€“ Halo sobat Cahaya Global Teknik. Bagaimana kabarnya sekalian? Pasti baik-baik saja dimanapun anda berada. Kalau sobat seringnya tidak bersentuhan dengan dunia otomotif pasti asing sekali dengan yang namanya transmisi. Apa sih transmisi itu? Apakah nama makanan? Pasti sobat Cahaya Global Teknik menjadi bertanya-tanya mengenai apa itu transmisi.

Lain lagi dengan sobat yang sering bersinggungan dengan dunia otomotif. Kata transmisi sudah menjadi kata sehari-hari.

Pengertian transmisi

Kalau kita sering bersinggungan dengan dunia mobil manual pasti sudah tidak asing lagi dengan kata transmisi. Walau sekarang banyak perusahaan yang memproduksi mobil otomatis namun mobil manual masih menjadi pilihan banyak orang.

Mobil otomatis banyak dipilih karena kepraktisannya. Sistem transmisi merupakan bagian dari kendaraan yang letaknya di dalam mesin. Transmisi berfungsi untuk mengubah kecepatan dan torsi. Transmisi ini beroperasi dengan mentransfer daya yang dihasilkan oleh mesin ke diferensial.

Fungsi Transmisi

Mengalirkan Tenaga

Nah apa fungsi transmisi yang sebenarnya? Transmisi diciptakan agar lebih bermanfaat untuk dunia otomotif dan industri. Pasti ada tujuan tersendiri manusia dalam menciptakan transmisi. Fungsi transmisi yang pertama adalah mengalirkann tenaga yang dihasilkan dari mesin kopling. Yang nantinya diteruskan ke poros propeller.

Menciptakan Momen yang Disesuaikan Oleh Mesin

Fungsi yang kedua untuk fungsi transmisi adalah menciptakan momen yang disesuaikan oleh mesin sesuai dengan kebutuhan mesin itu sendiri. Kebutuhan mesin yang dimaksud adalah beban ataupun kondisi jalan.

Dapat Bergerak Mundur

Fungsi transmisi yang ketiga adalah memungkinkan kendaraan dengan roda berjumlah empat untuk bergerak maju dan mundur. Bayangkan saja kalau sistem transmisi ini tidak ditemukan oleh manusia hingga saat ini. Pasti kita tidak melihat kendaraan beroda empat misalnya mobil untuk bergerak mundur.

Mobil yang tidak bisa bergerak mundur pastinya akan memberikan keleluasaaan yang sangat amat terbatas. Untungnya sekarang kita sudah ada di masa dimana transmisi sudah ditemukan oleh manusia.

Transmisi memberikan kemudahan untuk memundurskan kendaraan. Bayangkan lagi saja apabila mobil ini tidak bisa bergerak mundur hanya maju saja.

Mesin Menyala Tatkala Berhenti

Fungsi transmisi yang keempat adalah kendaraan pada posisi berhenti tatkala mesinnya masih menyala. Fungsi transmisi yang satu ini banyak memberikan kemudahan untuk masa sekarang tepatnya. Dahulu sebelum mesin transmisi ditemukan. Kendaraan tidak bisa berhenti tatkala mesin masih menyala.

Jadi kendaraan akan berjalan terus saat mesin menyala. Untungnya saja sistem transmisi ini ditemukan. Sehingga kini kita bisa menikmati keuntungannya.

Cara Kerja Transmisi Pada Umumnya

Transmisi juga memiliki cara kerja sehingga bisa memberikan kebermanfaatan yang tinggi untuk dunia otomotif maupun dunia industri. Mekanisme kerja transmisi memang sangat bervariasi. Namun untuk prinsip kerjanya tetap sama. Apa nih prinsip kerjanya?

Prinsip kerja transmisi adalah mengoperasikan kendaraan berdasarkan rasio dari roda gigi. Ketika mobil yang kita kendarai melalui arena jalan yang menanjan maka dibutuhkan torsi yang besar pula agar transmisi mampu menahan beban kendaraan beserta isinya. Oleh karena itu jika mobil mengurangi kecepatan putar melalui transmisinya, maka mobil akan memanfaatkan daya yang sama untuk menjaga kestabilan dan memperlancar agenda perjalanan kita.

Hal yang sama juga begitu. Ketika mobil yang kita kendarai melaju dengan tenaga yang rendah maka kecepatan putaran akan meningkat pula. Begitulah kira-kira cara kerja mobil ketika sedang berjalan.

Ciri-Ciri Transmisi yang Rusak

Ketika kita sudah tau pengertian transmisi, cara kerja dan fungsinya penting juga bagi kita untuk tahu bagaimana ciri-ciri transmisi yang rusak.

Perpindahan Gigi yang Lebih Lama

Ciri-ciri transmisi yang rusak adalah perpindahan gigi yang lebih lama dari biasanya. Biasanya perpindahannya cepat kok malah lebih lama. Nah ini patut dicurigai karena mengindikasikan bahwa transmisi ini sedang rusak.

Bau Kebakaran

Kemungkinan yang terjadi jika perpindahan gigi yang lebih lama adalah kemungkinan adanya kebocoran dalam komponen. Atau ciri yang lain adalah muncul bau seperti kebakaran. Perlu dicurigai apabila kita membau bahan yang terbakar. Hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa transmisi yang kita berada dalam kerusakan.

Jika kita sudah tau ciri-ciri transmisi yang rusak, mudah sekali untuk mendeteksi beberapa keanehan-keanehan dalam mobil yang mengindikasikan bahwa transmisinya yang rusak. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah untuk merawat kendaraan.

Kendaraan yang terawat akan memiliki masa pakai yang lebih lama daripada yang tidak dirawat. Juga menambah keuntungan kita sebagai owner untuk mengatasi pembengkakan biaya. Transmisi yang rusak ada baiknya harus ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kerusakan-kerusakan yang lebih besar nantinya.

Kerusakan yang lebih besar itu nanti bakal menjadi cikal bakal biaya perawatan yang lebih besar. Bahkan bisa saja menjadi biaya penggantian mesin misalnya. Wah wah ternyata tidak mudah ya untuk merawat kendaraan.

Baca juga: Macam-Macam Kopling yang Wajib Kamu Ketahui

Jenis-jenis Transmisi pada Mobil

Ada tiga jenis transmisi yang ada ada pada mobl manual. Transmisi apa saja itu? Simak artike ini sampai habis ya.

Jenis Constan Mesh

Jenis transmisi mobil yang pertama adalah constan mesh. Mesh disini bukan jenis ayakan untuk mengayak tepung yak hehe. Jenis transmisi yang ini merupakan transmisi yang bergantung pada kopling. Yang mengubah daya dari poros input ke poros output. Proses ini menggunakan roda gigi yang tetap.

Cara kerja transmisi jenis constant mesh ini lebih rumit dibandingkan yang lainnya. Saat mesin menyala maka poros input akan memutar gear yang ada. Gear yang terhubung nantinya akan mengambang. Kemudian poros output tidak berputar saat roda gigi tersebut bergerak.

Sliding Mesh

Jenis transmisi yang selanjutnya adalah sliding mesh. Jenis transmisi yang ini prinsinya lebih sederhana dibandingkan dengan jenis transmisi yang pertama tadi. Cara kerja sliding mesh adalah melibatkan gerakan roda gigi untuk mengendalikan kecepatan outputnya.

Untuk saat ini sliding mesh jarang digunakan. Nah kenapa sih kok jarang digunakan? Karena saat perputarannya tinggi maka roda gigi yang terhubung dapat menyebabkan perbedaan putaran. Hal tersebut menyebabkan perpindahan gigi menjadi kasar atau kurang halus dan membahayakan pengemudi.

Sliding mesh tidak lagi digunakan untuk keselamatan pemudi itu sendiri. Apalagi jika mobil yang dikendarai memiliki banyak penumpang. Aduh bahaya pastinya.

Synchromesh

Jenis transmisi yang ketiga adalah synchromesh. Nah kalau jenis yang satu ini pasti digunakan oleh sebagian besar kendaraan karena keamanannya pasti lebih terjamin dibandingkan dengan jenis transmisi yang kedua tadi.

Perpindahan gigi pada jenis transmisi yang satu ini lebih halus dibandingkan dengan sliding mesh. Cara kerja synchromesh mirip sekali dengan constant mesh. Yang membedakan hanyalah komponennya saja terletak di clutch hub.

Kesimpulan

Transmisi merupakan bagian yang penting dalam kendaraan karena fungsinya yaitu mengubah kecepatan dan torsi, mengalirkan tenaga, menciptaka momen sesuai kebutuhan, bergerak mundur saat mesin nyala, dan mempertahankan posisi kendaraan saat masih menyala mesinnya. a

Similar Posts

Leave a Reply